Senin, 18 Februari 2013

Penghargaan Hati


sabtu malam yang indah„memberikan berjuta ide dan kreasi di dalam diriku..tapi apa yang akan aku tulis malam ini ?? semua berkecamuk di dalam pikiranku..kesepian mungkin satu dari banyak kata yang bisa mengungkapkan perasaan. tapi ruang persegi 3 x 3 yang aku tempati malam ini membuatku melontarkan satu pertanyaan„,apakah orang lain peduli dengan perasaan ? mungkin di zaman yang sudah tak sama ini hanya sedikit orang bisa mengerti apa itu perasaan, sungguh aneh manusia ini…tuhan itu maha adil, Ia memberikan satu “hati” kepada setiap individu, untuk apa ?? untuk saling mengisi kekosongan individu lainnya..tapi sekarang mengapa banyak orang yang tidak pernah peduli dengan hal itu. aku mencoba memanfaatkan teknologi untuk mengetahui yang terjadi diluar sana. banyak hal menarik disana, sebagai contoh ada ribuan manusia yang berbeda kalangan, ras maupun agama menjadi satu…satu kesatuan dengan tujuan yang sama..keadilan..mereka berteriak, menangis, berkeringat untuk mendapatkan apa yang menjadi hak dan keinginannya. mereka hanya ingin pemimpin mereka turun dari jabatannya. tapi apakah pemimpinnya mengerti akan perasaan mereka ?? ada fenomena lain yang telah aku lihat..dan aku akan meneteskan air dari mataku jika mengingat kejadian itu..dimana ada seorang gadih kecil dipersimpangan jalan dengan baju lusuh sedang terduduk, melihat ribuan kendaraan melewatinya..saat itu aku tergerak untuk menuliskan sesuatu tentang dirinya….
Gadis Kecil
Tertunduk ia meratapi hidupnya. .
Di tengah kesibukan ibukota. .
Ingin dia memilih hidupnya kepada sang pencipta. .
Seperti mereka yg disana. .
Bising suara kendaraan bagai lagu merdu. .
Manusia yg berlalu lalang adalah harapannya. .
Kemacetan lalu lintas adalah anugrahnya. .
Perlahan ia bangkit dari duduknya. .
Mencari uang untuk hidup keluarganya. .
Alunan lagu terucap dari mulut mungilnya. .
Dengan wajah yg kotor oleh debu. .
Gadis kecil. .
Semoga hidupmu lebih baik kelak…
Tetapi..apakah orang - orang yang memiliki kursi disana peduli dengan nasib gadis itu ?? mereka tidak pernah memandang gadis itu..haha jangankan memandang, melirikpun tidak..mereka berlomba mencari muka dihadapan pemimpin negara kami agar mendapatkan kursi dan materi yang lebih tapi mereka tidak pernah ingat dengan pemimpin kami yang sebenarnya, pemimpin umat manusia yang akan meminta pertanggung jawaban kami..mereka tidak sadar bahwa materi tidak akan mereka bawa ke dalam lubang kubur..kenapa mereka bisa seperti itu ?? diperbudak oleh kertas - kertas duniawi..karena mereka melupakan hati mereka, mereka melupakan nurani dan perasaan..hanya satu yang bisa merubah itu semua, hargai hati orang lain, maka kita akan merasakan kembali hati kita yang telah mati…

Penghargaan Hati


sabtu malam yang indah„memberikan berjuta ide dan kreasi di dalam diriku..tapi apa yang akan aku tulis malam ini ?? semua berkecamuk di dalam pikiranku..kesepian mungkin satu dari banyak kata yang bisa mengungkapkan perasaan. tapi ruang persegi 3 x 3 yang aku tempati malam ini membuatku melontarkan satu pertanyaan„,apakah orang lain peduli dengan perasaan ? mungkin di zaman yang sudah tak sama ini hanya sedikit orang bisa mengerti apa itu perasaan, sungguh aneh manusia ini…tuhan itu maha adil, Ia memberikan satu “hati” kepada setiap individu, untuk apa ?? untuk saling mengisi kekosongan individu lainnya..tapi sekarang mengapa banyak orang yang tidak pernah peduli dengan hal itu. aku mencoba memanfaatkan teknologi untuk mengetahui yang terjadi diluar sana. banyak hal menarik disana, sebagai contoh ada ribuan manusia yang berbeda kalangan, ras maupun agama menjadi satu…satu kesatuan dengan tujuan yang sama..keadilan..mereka berteriak, menangis, berkeringat untuk mendapatkan apa yang menjadi hak dan keinginannya. mereka hanya ingin pemimpin mereka turun dari jabatannya. tapi apakah pemimpinnya mengerti akan perasaan mereka ?? ada fenomena lain yang telah aku lihat..dan aku akan meneteskan air dari mataku jika mengingat kejadian itu..dimana ada seorang gadih kecil dipersimpangan jalan dengan baju lusuh sedang terduduk, melihat ribuan kendaraan melewatinya..saat itu aku tergerak untuk menuliskan sesuatu tentang dirinya….
Gadis Kecil
Tertunduk ia meratapi hidupnya. .
Di tengah kesibukan ibukota. .
Ingin dia memilih hidupnya kepada sang pencipta. .
Seperti mereka yg disana. .
Bising suara kendaraan bagai lagu merdu. .
Manusia yg berlalu lalang adalah harapannya. .
Kemacetan lalu lintas adalah anugrahnya. .
Perlahan ia bangkit dari duduknya. .
Mencari uang untuk hidup keluarganya. .
Alunan lagu terucap dari mulut mungilnya. .
Dengan wajah yg kotor oleh debu. .
Gadis kecil. .
Semoga hidupmu lebih baik kelak…
Tetapi..apakah orang - orang yang memiliki kursi disana peduli dengan nasib gadis itu ?? mereka tidak pernah memandang gadis itu..haha jangankan memandang, melirikpun tidak..mereka berlomba mencari muka dihadapan pemimpin negara kami agar mendapatkan kursi dan materi yang lebih tapi mereka tidak pernah ingat dengan pemimpin kami yang sebenarnya, pemimpin umat manusia yang akan meminta pertanggung jawaban kami..mereka tidak sadar bahwa materi tidak akan mereka bawa ke dalam lubang kubur..kenapa mereka bisa seperti itu ?? diperbudak oleh kertas - kertas duniawi..karena mereka melupakan hati mereka, mereka melupakan nurani dan perasaan..hanya satu yang bisa merubah itu semua, hargai hati orang lain, maka kita akan merasakan kembali hati kita yang telah mati…

Teknologi atau kebodohan ?

Fenomena yang terjadi di bumi ini makin menggila, membuatku tergerak untuk sedikit berbicara di duniaku, aku tak berharap banyak orang untuk membaca opiniku, tapi aku tak ingin jika tak ada satupun yang mengerti perasaanku saat ini, klasik..semua memang benar - benar klasik..seseorang ingin dimengerti tanpa ingin mengerti orang lain, itulah sifat semua manusia, egoisme..
aku melihat fenomena baru dimana akupun terjebak didalamnya, lucu sih..aku sadar sejak lama akan hal ini tapi aku belum bisa keluar dari lingkaran ini..aku berkomentar seolah aku benar padahal aku sendiri sama seperti mereka„kalut..jejaring sosial mereka menamakannya. sebuah media komunikasi yang telah meracuni hampir seluruh manusia di planet ini. teknologi telah menjadi penguasa di akhir zaman ini. manusia diperbudak oleh mesin - mesin. apapun bisa kita dapat dari mesin - mesin ini. dari yang positif sampai negatif. aku melihat ribuan manusia kalut dan bimbang ketika satu media untuk berkomunikasi ditutup. bagaimana tidak, media itu sudah menjamur, merasuki otak setiap individu terutama disini, di bumiku ini, di negara yang seharusnya kaya akan sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. tapi kembali ke awal, otak kami telah teracuni media ini. membuat semua orang nyaris menghabiskan separuh hidupnya untuk benda mati ini. aneh memang..agamaku mengajarkan tentang silaturahmi…tapi apakah ini disebut silaturahmi ??ingin aku tertawa melihat fenomena ini, tapi aku malu karna aku terlibat didalamnya..perasaan itu memicu anestesi dan membuat keraguan semakin dalam..entah sampai kapan fenomena ini akan terus membengkak dan akhirnya menutup mata setiap individu, individual mulai terasa di lingkunganku, mereka sibuk tanpa saling melirik orang lain yang mungkin membutuhkannya..apa yang ada di benak mereka saat ini ?? pertanyaan yang mungkin tak akan pernah bisa terjawab…

Minggu, 21 Oktober 2012

Tulisan Pertama

keheningan malam,  22 oktober 2012

Ini bukan tulisan pertama seperti yang tertera pada judul. Ini bukan tulisan pertama tentang kebodohan hidupku. Inipun bukan tulisan pertama dari semua yang terpikirkan. Ini hanya tulisan pertamaku di blog yang mungkin nanti, besok, lusa ataupun minggu depan sudah tak pernah terisi lagi oleh tulisanku. 

Aku bukan penulis handal. Aku bukan orang yang bisa memutar balikan kata menjadi sebuah rangkaian indah yang pantas untuk dibaca, apalagi untuk di nikmati. mungkin ini akan menjadi blog yang sangat membosankan untuk dilihat.

Aku hingga saat ini, detik dimana aku menulis semua ini tidak paham atas apa yang aku kerjakan. aku tidak peduli. aku suka melakukan apa yang aku suka, tanpa paksaan tanpa tekanan. orang - orang akan tertawa dan merendahkanku dengan apa yang aku lakukan disini. mereka yang mengenalku sedari dulu tahu kebiasanku. saatku merasakan ketiadaan, itu saat dimana aku akan melakukan hal bodoh seperti yang aku lakukan malam ini.

dingin, tak bisa aku berbohong pada seluruh alam, malam ini sangat dingin, melebihi dinginnya benda persegi panjang yang familiar kita sebut kulkas. larut...pemilihan kata yang aku gunakan untuk untuk mendeskripsikan betapa waktu telah berlalu sangat cepat..iya larut namun dini..detik perubahan hari ini sangat menusuk sumsum tulangku. hari ini. yang tepatnya lebih aku suka sebut kemarin adalah hari yang cukup membosankan.